<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JAMAN DULU SEKALI &#124; Mengenang Masa Lalu yang Tak Kan Kembali</title>
	<atom:link href="http://jaduls.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jaduls.wordpress.com</link>
	<description>Mengenang Masa Lalu yang Tak Kan Kembali</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Dec 2008 12:38:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jaduls.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JAMAN DULU SEKALI &#124; Mengenang Masa Lalu yang Tak Kan Kembali</title>
		<link>http://jaduls.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jaduls.wordpress.com/osd.xml" title="JAMAN DULU SEKALI &#124; Mengenang Masa Lalu yang Tak Kan Kembali" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jaduls.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ode dan Ode: Album &#8220;Bandel&#8221;-nya Harry Roesli</title>
		<link>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/ode-dan-ode-album-bandel-nya-harry-roesli/</link>
		<comments>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/ode-dan-ode-album-bandel-nya-harry-roesli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 11:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaduls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaduls.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 24 Oktober 2008 Dalam sebuah iklan, Musisi bernama asli Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli atau yang lebih dikenal dengan Harry Roesli dijadikan icon &#8220;Pelopor Musik Indie&#8221; Hal itu sah-sah saja, pasalnya karya putra pujangga terkenal Marah Roesli ini memiliki banyak karya yang kala itu diluar mainstream musik Indonesia. Musiknya yang ngepop, kadang-kadang progresif, menjadi mahakarya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=10&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="genpic flleft alignleft" src="http://indonesiantunes.com/contents/images/album/HarryR_ode.jpg" alt="Ode dan Ode" width="100" height="160" /></p>
<div class="tanggal">Jumat, 24 Oktober 2008</div>
<p>Dalam sebuah iklan, Musisi bernama asli Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli atau yang lebih dikenal dengan Harry Roesli dijadikan icon &#8220;Pelopor Musik Indie&#8221; Hal itu sah-sah saja, pasalnya karya putra pujangga terkenal Marah Roesli ini memiliki banyak karya yang kala itu diluar mainstream musik Indonesia. Musiknya yang ngepop, kadang-kadang progresif, menjadi mahakarya yang wajib dikenal dan dilestarikan. Tidak hanya itu, syairnya yang &#8220;nakal&#8221; dan penuh dengan kritik tidak ayal membuat banyak pihak menjadi merah kupingnya.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Dalam catatan Indonesiantunes.com, hasil karya Seniman Musik ini mencapai 23 album, dengan album pertama yang dirilis tahun 1973 bertajuk &#8220;Philosophy Gang&#8221; produksi Lion Record. Sedangkan album kolaborasi plus musik film mencapai 16 album. Dan album yang menjadi bahasan kali ini, berjudul &#8220;Ode dan Ode&#8221; produksi Berlian Record (1978) merupakan album Harry Roesli yang ke 15.</p>
<p>Dalam album bersampul gambar wajah orang dipadu dengan pancaran sinar matahari, hasil karya rekan sejawat Harry Roesli, AM Handoyo, tidak seluruhnya hasil karya Musisi yang sempat mengenyam pendidikan musik di  Rotterdam Conservaorium Den Haag, Belanda, namun pada bagian kedua (side B) diisi oleh group musik MON-AMI, pimpinan Joni Sarjono. Harry Roesli  hanya menyumbangkan 5 lagu, yakni ode buat maskar, ode buat nurmi, wanita, ode buat saya dan ode buat dia.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, kekaguman Harry Roesli terhadap Frank Zappa, sedikit banyak mempengaruhi kiprahnya bermusik, termasuk pengaruh band-band asing kala itu, seperti The Doors, dan Deep Purple. Misalkan dalam lagu &#8220;Ode Buat Maskar&#8221;, kepiawaian Harry Roesli mengkolaborasi instrumentasi musik melahirkan musik Indonesia yang beda&#8217;. Nada-nada slow yang diiringi dengan tekanan tuts piano bergaya John Lord-nya Deep Purple melahirkan instrumentasi musik rock eksperimental. Menariknya, komposisi nada lambat dan cepat dalam &#8220;ode Buat Maskar&#8221; ini terasa enak didengar (easy Listening).</p>
<p>Dasar seniman, lirik yang ditulis Harry Roesli syarat dengan makna, misalkan dalam lagu ini, Harry Roesli menulis ;Dikehidupan/ terpana musim/menatap lepas ketenangan/ Sungai dingin dititik perih/sunyi terperih/ melintas berdoa, senyum mega/lelah terlena. Berbeda dengan &#8220;Ode Buat Nurmi&#8221; yang dibawakan dengan nuansa lebih nge-pop. Suara betotan bass dilagu ini sangat jelas terdengar yang diselingi dengan petikan gitar elektrik yang meraung-raung.</p>
<p>Tak kalah seru dalam tembang &#8220;Ode buat Nurmi&#8221; yang dibawakan dengan suara-suara setengah berbisik dan sengau, namun musiknya terdengar berbobot dan  enak dinikmati. Sesekali memadukan dengan suara kentrungan dan betotan bas yang dinamis.</p>
<p>Lagu &#8220;wanita&#8221; lebih asyik lagi. Meski dibuat instrumental, dengan intro piano dipadu dengan gitar dan bas menghasilkan nuansa musik jaduls yang kala itu sedang menjadi trend.</p>
<p>Seperti lagu sebelumnya, tembang &#8220;Ode buat Saya&#8221; dan &#8220;Ode buat Dia&#8221; sarat dengan makna tersembunyi. Misalkan dalam &#8220;Ode buat Saya&#8221; Harry menulis;.. malam hari yang sepi/jalinan damai di rumah/kini tumpuan hati sekejap/ hancur hatiku bagai terbakar/kacau jiwaku bagai sang badai/lirih merintih di bawah sang hujan/sedih, senandung tlah hilang. Kepandaian Harry Roesli dalam memainkan improvisasi  nada-nada bisa dilihat dalam komposisi lagu ini. Aroma progresive rock menyelimuti lagu ini yang kadang diselingi dengan perpindahan nada-nada yang &#8220;dramatis&#8221; menjadikan  musik rock terdengar teatrikal mirip-mirip Pink Floyd.</p>
<p>Sayang, tokoh musik Indonesia ini keburu dipanggil Yang Kuasa. Tanggal 11 Desember 2004, seniman yang pernah merasakan pengapnya penjara akibat dituduh provokator dalam peristiwa Malari tahun 1974 meninggal dunia dalam usianya yang ke 53 tahun. Harry Roesli meninggalkan karya  kontemporer  dibidang musik Indonesia yang  bisa dibilang menjadi masterpiece dan melegenda. Album &#8220;Ode dan Ode&#8221; ini adalah salah satu karya yang layak dikoleksi. [lys/it]</p>
<p>DISKOGRAFI HARRY ROESLI</p>
<p>1. Philosophy Gang &#8211; Lion Record 1973<br />
2. Harry Roesli Solo 1 &#8211; Diamond 1972<br />
3. Harry Roesli Solo 2 &#8211; Diamond 1973<br />
4. Harry Roesli Solo 3 &#8211; Diamond 1974<br />
5. Harry Roesli Solo 4 &#8211; Diamond 1975<br />
6. Titik Api &#8211; Aktuil Musicollection 1976<br />
7. Ken Arok &#8211; Eterna 1977<br />
8. Tiga Bendera &#8211; Musica Studio’s 1977<br />
9. Gadis Plastik &#8211; Chandra Recording 1977<br />
10. LTO &#8211; Musica Studio’s 1978<br />
11. Harry Roesli dan Kharisma 1 &#8211; Aneka Nada (1977)<br />
12. Harry Roesli dan Kharisma 2 &#8211; Aneka Nada (1978)<br />
13. Jika Hari Tak Berangin &#8211; Aneka Nada (1978)<br />
14. Daun &#8211; SM Recording (1978)<br />
15. Ode dan Ode &#8211; Berlian Record (1978)<br />
16. Kota Gelap &#8211; Purnama Record (1979)<br />
17. Harry Roesli &amp; DKSB &#8211; Prosound (1984)<br />
18. Kuda Rock N’Roll &#8211; Billboard (1985)<br />
19. Asmat Dream &#8211; Frogpeak (1990)<br />
20. Orang Basah &#8211; Frogpeak (1991)<br />
21. Cuaca Buruk &#8211; Frogpeak (1992)<br />
22. Cas Cis Cus &#8211; Hemagita Swara (1992)<br />
23. Si Cantik &#8211; Gema Nada Pertiwi (1997)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaduls.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaduls.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=10&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/ode-dan-ode-album-bandel-nya-harry-roesli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38e740ac4bab0367a322fd55910d5e31?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaduls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indonesiantunes.com/contents/images/album/HarryR_ode.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ode dan Ode</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candra Darusman, Berani Bermain Di luar Jalur Jazz Mainstream</title>
		<link>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/candra-darusman-berani-bermain-di-luar-jalur-jazz-mainstream/</link>
		<comments>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/candra-darusman-berani-bermain-di-luar-jalur-jazz-mainstream/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 11:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaduls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaduls.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 30 November 2008 Permainan keyboard-nya yang handal mulai dikenal ketika Candra Darusman  bermain satu grup dengan kelompok musik Chaseiro. Tahun 1982 Candra Darusman mencoba bersolo karir dengan meluncurkan beberapa album, diantaranya adalah &#8220;Indahnya Sepi&#8221;. Kemampuan musikal alumni FE UI ini memang sudah teruji. Semasa mahasiswa Candra Darusma giat bermain musik dengan teman-temannya, dan pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=8&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="genpic flleft alignleft" src="http://indonesiantunes.com/contents/images/album/candra_darusman_indahnyasepi.jpg" alt="Indahnya Sepi" width="100" height="156" />Minggu, 30 November 2008</p>
<p>Permainan keyboard-nya yang handal mulai dikenal ketika Candra Darusman  bermain satu grup dengan kelompok musik Chaseiro. Tahun 1982 Candra Darusman mencoba bersolo karir dengan meluncurkan beberapa album, diantaranya adalah &#8220;Indahnya Sepi&#8221;. Kemampuan musikal alumni FE UI ini memang sudah teruji. Semasa mahasiswa Candra Darusma giat bermain musik dengan teman-temannya, dan pernah aktif juga mengagas acara<em> Jazz Goes To Campus</em> di UI yang menjadi pelopor masuknya musiknya Jazz ke ranah akademika yang kala itu bisa dibilang sepi peminat.<br />
<span id="more-8"></span><br />
Album yang di Produseri Indra Hasan dalam label &#8220;Irama Tara&#8221; bisa dibilang  menjadi mahakarya Candra Darusman karena berhasil melejitkan  beberapa tembang didalamnya, seperi; &#8220;Kau&#8221;, &#8220;Indahnya Sepi&#8221;, &#8220;Ballada Seorang Dewa&#8221; hingga &#8220;Panggilan Jiwa&#8221;. Musik dalam album ini memang diracik dengan irama Jazzy dengan kolaborasi aliran lain yang kala itu belum berani dimainkan oleh musisi Indonesia. Totalitas berkarya dalam album ini sepertinya menyiratkan hasrat seorang Candra Darusman yang belum tersalurkan dalam &#8220;Chaseiro&#8221;.</p>
<p>Kesuksesan Candra Darusman melahirkan album ini tidak bisa dilepaskan dari pola pikirnya yang <em>open minded</em> alias terbuka terhadap berbagai masukan sesama teman musisi. Sekalipun demikian, Candra Darusman mampu mengeksekusi, model seperti apa dari masukan yang bisa diserap dalam albumnya. Terbukti segerombolan musisi hasil pertemanannya rela dan senang membantu <em>pilot project</em>-nya Candra Darusman, sebut saja; Embong Rahardjo (alm), Mates, Ikang Fawzi hingga Luluk Purwanto.</p>
<p>Selain musiknya yang beda, syair lagu dalam album &#8220;Indahnya Sepi&#8221; ini juga diluar mainstream. Bisa jadi ini diluar dugaan Candra, awalnya memang ingin menyodorkan musik Jazz yang <em>easy listening</em>, tapi syairnya yang unik, puitis dan &#8220;berani&#8221; ternyata menjadi sihir dan nilai tambah. Misalkan dalam tembang &#8220;Dibatas Waktu&#8221;; <em>Kala hening datang menerkam bahu/terasa mengusik sukmanya kalbu/perilaku yang ada pertanda resahnya jiwa yang kian mendera jua</em>. Atau dalam lirik yang  nasionalis bikinan Ikang Fawzi dalam &#8220;Panggilan Jiwa&#8221;; <em>Rentangkan/Ulurkan Tanganmu sedini mungkin/menyibak segenap perbedaan/ nan tercermin dalam kehidupan/panggilan jiwa meronta/menerawang dialam mahardika/&#8217;tuk meraih harkat cinta bangsaku/ damai sentosa../</em></p>
<p>Proses rekaman dan Mixing dalam album ini yang kala itu dilakukan  di studio GELORA SENI milik Jundi Karyadi memang masih menggunakan alat yang terbatas (24 track). Namun Jundi yang bertindak sebagai programmer-nya mampu mencuatkan nada-nada dari alat musik yang dimainkan terasa natural. Mendengar album ini dalam sistem audio yang bagus  terasa mendengarkan mereka bermain live. Ada beberap distorsi suara dalam rekaman ini, namun kesan ini tertutupi oleh kehandalan mixing.</p>
<p>Lewat tangan dingin Candra Darusman pula, sejumlah komposisi lagu bisa disulat menjadi dinamis, kadang terdengar sangat Jazzy, pop, juga ada unsur R&amp;B-nya. Misalkan pada lagu &#8220;Kau&#8221;, sebuah ballad dengan  pola arransemen mengikuti gaya bermusiknya  &#8220;The Switch&#8221; yang ngetop pada tahun 80an dengan hits &#8220;Love.</p>
<p>Dialbum ini, Candra Darusman juga menyodorkan dua karya instrumental yakni &#8220;Kwartet Sunyi&#8221; dan &#8220;Ini atau Itu&#8221; yang menampilkan  musisi  jazz ternama Indonesia almarhum Embong Rahardjo dan penggesek biola Luluk Purwanto. [lyzth/cover:irama tara]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaduls.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaduls.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=8&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaduls.wordpress.com/2008/12/01/candra-darusman-berani-bermain-di-luar-jalur-jazz-mainstream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38e740ac4bab0367a322fd55910d5e31?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaduls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indonesiantunes.com/contents/images/album/candra_darusman_indahnyasepi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indahnya Sepi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eighties in Action : Dari Gigitan Barry Sampai Tendangan Eva</title>
		<link>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/23/eighties-in-action-dari-gigitan-barry-sampai-tendangan-eva/</link>
		<comments>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/23/eighties-in-action-dari-gigitan-barry-sampai-tendangan-eva/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 14:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaduls</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaduls.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[cross posting dari milis http://lapanpuluhan.blogspot.com Era Eighties (yang super jadul untuk ukuran sekarang) juga ditandai dengan booming film-film Indonesia. Di kampung saya Watampone, di pelosok Sulawesi Selatan, film-film Indonesia idem ditto dengan film aksi dan laga. Satu dari dua bijih bioskop di kampung saya waktu itu rajin memutar film-film aksi dalam negeri. Ah, saudara-saudara, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=7&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title">cross posting dari milis http://lapanpuluhan.blogspot.com</h3>
<p><!-- 5c --> <!-- 5 --> <!-- 6 --> <img class="alignleft" src="http://www.geocities.com/inside_q/80/80goloksetan.jpg" alt="" width="134" height="218" /></p>
<p><strong>Era Eighties</strong> (yang super jadul untuk ukuran sekarang) juga ditandai dengan booming film-film Indonesia. Di kampung saya Watampone, di pelosok Sulawesi Selatan, film-film Indonesia idem ditto dengan film aksi dan laga. Satu dari dua bijih bioskop di kampung saya waktu itu rajin memutar film-film aksi dalam negeri. Ah, saudara-saudara, yang saya sebut bioskop ini adalah ruangan dengan jejeran seratusan kursi kayu berkepinding, tanpa pendingin ruangan, hanya beberapa kipas angin merek Sanyo bergelantungan, soundsystem stereo yang sember dan berdenging di nada tinggi, dan yang paling parah, jejeran kursi itu tidak tersusun bertingkat, melainkan lempang sejajar (celakalah mereka yang harus duduk di bangku belakang). Tapi dari bioskop primitif ini ‘lahir’ pahlawan dan pahlawin saya, pasangan top film laga <span id="more-7"></span>Indonesia era delapanpuluhan. Yap, Anda benar. Tak lain dan tak bukan Eva Arnaz dan Barry Prima.</p>
<p><strong>Evayanthi Arnaz</strong></p>
<p>Eva Arnaz, untuk akrabnya kita panggil Kak Eva, adalah perempuan kelahiran Bukittinggi dengan dada berani, sintal dan berpaha mulus. Mengawali karir sebagi None Jakarta, ia kemudian terseret main film setelah terlibat dalam Dua Kribo bersama dengan Ahmad Albar dan beroleh sensasi saat tampil telanjang dada dalam Intan Perawan Kubu. Sempat membintangi film percintaan romantis, di antaranya Sakura Dalam Pelukan berpasangan dengan Liem Swie King. Ya Liem Swie King pebulutangkis itu, Saudara-saudara. Juga sempat muncul dalam film Lembah Duka (sebagai mama-san), film penguras air mata yang mendapat pujian waktu itu (pemeran utama : Suzanna, Roy Marten dan anak Suzanna : Kiki Maria) dan Asmara di Balik Pintu, dengan Rano Karno (kalau tak salah) dan Marissa Haque.</p>
<p>Selebihnya, Kak Eva berkubang dalam film-film laga dan komedi. Sempat mendapat gelar sebagai bom seks film Indonesia, Eva tak tanggung-tanggung berperan dalam serentetan film-film aksi. Tercatat : Serbuan Halilintar, Membakar Matahari, Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung, Jaka Sembung dan Bergola Ijo, Buah Terlarang, Terjebak Dalam Dosa, Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati dan sebagainya. Dalam sebuah wawancara di majalah Femina waktu itu, Kak Eva tak kepalang tanggung mengaku berguru karate pada suaminya waktu itu (tak lain dan tak bukan : Kak Barry Prima). Di rumahnya di kawasan Pulo Mas, waktu itu dilengkapi dengan sansak, alat pelangsing perut, sandal besi berbobot (untuk melatih kelincahan badan, katanya), barbel dan alat-alat olah raga lainnya. Beberapa filmnya kendati berbau aksi, tapi tak menghadirkan Kak Eva Arnaz sebagai cewek jagoan (misalnya nih : Putri Duyung 85, di mana Kak Eva berperan sebagai Intana, little mermaid Indonesia yang diselamatkan oleh ksatria… siapa lagi kalau bukan Barry Prima). Di kemudian hari Kak Eva Arnaz melanjutkan karir di segmen komedi, membintangi sederet film Warkop (Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong,Lupa Aturan Main dsb) dan beberapa film komedi non warkop. Salah satu film komedi non Warkop-nya, Cintaku Di Rumah Susun garapan Nya Abbas Akub kalau tak salah, menjadi unggulan FFI waktu itu. Belakangan, film ini disinetronkan…. Dan ngomong-ngomong soal Sinetron, Kak Eva juga sempat mencicipi maraknya dunia sinetron&#8230;.<br />
<img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/80evafilm.jpg" alt="" width="450" /></p>
<p><strong>Barry Prima</strong></p>
<p>Barry Prima? Kak Barry Prima? Siapa sih yang tak kenal bintang kebule-bulean yang kekar berotot bin jago karate ini? Dengan mata tertutup saya bisa menyebutkan lebih dari sepuluh filmnya : Semua seri Jaka Sembung, Golok Setan, ,Membakar Matahari, Serbuan Halilintar, Serigala, Pasukan Berani Mati, Menumpas Teroris, Komando Samber Nyawa, Nyi Ageng Ratu Pemikat, Siluman Serigala Putih, Nyi Blorong, Pendekar Bukit tengkorak, Gadis Berwajah Seribu sampai Tarzan Si Raja Rimba, Saudara-Saudara! Saya ngakak sendiri waktu mengetik semua judul ini…</p>
<p>Di beberapa film semisal ia berpasangan dengan sang istri (waktu itu) Kak Eva Arnaz, kebanyakan sebagai kekasih atau suami istri. Semisal dalam Membakar Matahari, Serbuan Halilintar, Perempuan Bergairah dan Cewek Jagoan Beraksi Kembali.Tapi meski sama-sama berperan di dalamnya, mereka tak hadir sebagai pasangan. Dalam film Jaka Sembung Eva berperan sebagai Murni adik Jaka Sembung (Kak Barry), dan dalam film Pasukan Berani Mati, di mana Kak Barry berperan sebagai republikein keturunan Belanda yang jago lempar belati, sementara Kak Eva adalah kolega sesama pejuang Kak Barry….</p>
<p>Sayangnya, karir Kak Barry jalan di tempat. Beda dengan mantan istri yang merambah ke film komedi dan sinetron, Kak Barry mentok di film laga. Terakhir (saat mulai uzur) ia masih membintangi film kelas C seperti Preman, Macho dan Jaringan Tabu, seolah mencoba mengais sisa-sisa kejayaan sebagai bintang macho dan ganteng….<br />
<img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/80barryfilm.jpg" alt="" width="450" /></p>
<p>Kembali ke kampung saya, semua film-film Kak Eva Arnaz dan Kak Barry Prima mesti laku keras di bioskop. Video (VHS dan Betamax)nya juga laris dirental. Kak Barry dan Kak Eva bagi saya dan sebagian kawan-kawan saya adalah figur pahlawan dan pahlawin Indonesia. Sampai-sampai, waktu kalau melihat cowok atau cewek jago karate komentar kami pasti : Busyet, kayak Barry Prima atau hebat, kayak Eva Arnaz….. Pada anak lelaki yang (sok) jagoan dan (katanya) bisa karate, saya kerap bertanya : bisakah kau melakukan tendangan putar seperti Barry Prima?</p>
<p>Yang parah adalah, gaya-gaya tertentu dalam film-film mereka menjadi trade mark dan diproklamirkan tanpa malu-malu oleh para penggemar, termasuk saya. Gaya paling terkenal dari Barry Prima adalah gaya menggigit golok dalam Jaka Sembung. Kak Eva Arnaz punya banyak! selain tendangan ala Kak Eva (saat shooting Gadis Bionik konon Jackjon semaput beneran terhajar tendangan ini), Kak Eva juga punya jurus andalan. Di poster film Perempuan Bergairah dan Warok Singo Kobra, jurus kak Eva mantap benar. Untuk Jelasnya lihat gambar di bawah&#8230;<br />
<img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/80evadanbarry.jpg" alt="" width="450" /></p>
<p>Ingin menyaksikan kehebatan tendangan dan pukulan ala Kak Eva? Saksikan dalam Trailer Perempuan Bergairah! Sila klik di <a href="http://international.tromamovies.com/movies/f/ferociousfemale.htm" target="_blank">sini&#8230;.</a></p>
<p><strong>Tak Sendiri</strong></p>
<p>Kak Barry Prima dan Kak Eva Arnaz tak sendiri. Sederet bintang laga lain turut meramaikan perfilman Indonesia waktu itu. Di bagian cowok ada : Kak George Rudy, Kak Advent Bangun, Kak Boy Tirayoh, Kak Tanaka, Kak Erick Soemadinata dan lain-lain. kendati mereka tak sehebat Kak Barry Prima. Malah banyak yang pernah menjadi tokoh antagonis lawan Kak Barry. Di barisan cewek setelah Eva Arnaz ada : Kak Sri Gudhy Sintara, Kak Enny Beatrice, Kak Debby Cynthia Dewi, Kak Sisca Widowati, Kak Wieke Widowati, Kak Yeny Faridha, Kak Dana Christina, Kak Tuty Wasiat, Kak Zurmainy, Kak Yurike dan sebagainya. Nama-nama aktor dan aktris spesial laga ini kian bertambah saat drama radio dan film Indonesia mulai merambah perfilman Indonesia (Mantili dan Brama, anyone?)</p>
<p>Tapi di era 80-an, bagi saya, Kak Eva dan Kak Barry adalah ratu dan raja film laga Indonesia. Sedemikian kondang nama mereka, hingga gosip tentang rumah tangga mereka pun laku di majalah (Ingat Ria Film?) dan koran, berhubung saat itu infotainment belum hadir meracuni hidup. Konon, pernah rumah tangga Kak Eva dan Kak Barry gonjang-ganjing lantaran Kak Barry selingkuh dengan Kak Suzanna (lawan main Kak Barry dalam Nyi Blorong dan Nyi Ageng Ratu Pemikat). Konon pula Kak Eva balas main mata dengan Kak Clift Sangra yang notabene adalah kekasih Kak Suzanna (kak Eva berpasangan dengan Kak Clift Sangra di film Buah Terlarang). Meski akhirnya rumah tangga mereka bubar (lantaran Kak Eva nggak bisa ngasih anak), bagi saya Kak Eva dan Kak Barry adalah pasangan serasi. Sama-sama jago berkelahi, sama-sama nggak bisa akting, sama-sama simbol dunia film martial art era delapanpuluhan …</p>
<p><strong>Some trivias about Kak Eva:</strong></p>
<p>1. Di Manusia Enam Juta Dollar, nama peran Kak Eva adalah Jelita Merdusekali a.k.a Jelita Merdubanget, di sekuelnya, Gadis Bionik, nama peran Kak Eva berubah menjadi Jelita Kuatsekali a.k.a Jelita Kuatbanget</p>
<p>2. Kak Lydia Kandouw adalah sahabat dekat dari Kak Eva. Keduanya bertemu di film Lima Cewek Jagoan di mana Lydia (Kak Lydia) berperan sebagai cewek jago panah dan Yanti (Kak Eva) sebagai cewek jago lontar belati</p>
<p>3. Kak Eva dan Kak Barry bertemu pertama kali di Cewek Jagoan Beraksi Kembali. Salah satunya mengucapkan kalimat : Di sini kita pertama kali bertemu….</p>
<p>4. Kak Eva, Kak Yenny Faridha, Kak Enny Beatrice pernah bersaing untuk mendapatkan predikat bom seks perfilman Indonesia.</p>
<p>5. Kak Eva disebut-sebut pernah menjadi artis terlaris di era eighties. Konon juga termahal….</p>
<p>6. Kak Eva menikah empat kali. Pertama dengan anak Kiky Saelan (tokoh sepakbola tanah air), kedua dengan Kak barry, ketiga dengan Kak Adi Bing Slamet, ke empat dengan (konon) suami orang, Dedi Hamdun, yang akhirnya hilang diculik dan sampai sekarang belum ditemukan. Jika Kak Eva punya suami lagi sekarang, berarti Kak Eva bersuami untuk kelima kalinya… boleh jadi lebih…</p>
<p>7. Kak Eva juara 2 dalam pemilihan Abnon Jakarta tahun 76.</p>
<p><strong><span style="font-size:85%;"><em>*catatan : seluruh film-film yang saya sebut di atas telah saya tonton dengan penuh suka cita&#8230;<br />
</em></span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaduls.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaduls.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaduls.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaduls.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=7&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/23/eighties-in-action-dari-gigitan-barry-sampai-tendangan-eva/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38e740ac4bab0367a322fd55910d5e31?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaduls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/inside_q/80/80goloksetan.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/inside_q/80/80evafilm.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/inside_q/80/80barryfilm.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/inside_q/80/80evadanbarry.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ellya Khadam: Si Boneka India yang Berdarah Betawi</title>
		<link>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/04/ellya-khadam-si-boneka-india-yang-berdarah-betawi/</link>
		<comments>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/04/ellya-khadam-si-boneka-india-yang-berdarah-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 11:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaduls</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaduls.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal, biduan wanita era 50-an &#8211;yang selain pandai menyanyi—juga hebat dalam joget ala India? Sudah pasti, Ellya Khadam lah orangnya. Bakat dan kemampuannya dalam bernyanyi membawa penyanyi berdarah Betawi singgah kedalam beberapa grup musik di eranya, diantaranya “Cahaya Muda” pimpinan Sarbini. Diawal karirnya Ellya Khadam juga pernah bernyanyi bersama Titiek Puspa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=6&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="bodytext"><a href="http://jaduls.files.wordpress.com/2008/12/cover-ellya-edit.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-13" title="cover-ellya-edit" src="http://jaduls.files.wordpress.com/2008/12/cover-ellya-edit.jpg?w=119&#038;h=191" alt="cover-ellya-edit" width="119" height="191" /></a>Siapa yang tidak kenal, biduan wanita era 50-an &#8211;yang selain pandai menyanyi—juga hebat dalam joget ala India? Sudah pasti, Ellya Khadam lah orangnya.  Bakat dan kemampuannya dalam bernyanyi membawa penyanyi berdarah Betawi singgah kedalam beberapa grup musik di eranya, diantaranya “Cahaya Muda” pimpinan Sarbini.<br />
<span id="more-6"></span></p>
<p>Diawal karirnya Ellya Khadam  juga pernah bernyanyi bersama Titiek<br />
Puspa dan Aminah Banowati dalam sebuah pertunjukan di stadion Ikada (kini<br />
lapangan Monas), juga di Gedung Kesenian (kini bioskop City). Juga<br />
dengan Munif, Muchsin (suami Titiek Sandhora) dan Mansyur S (pemilik OM Rhadesa).</p>
<p>Suara Ellya Khadam  untuk pertama kali direkam (lewat Piringan Hitam)<br />
pada tahun 1957 lewat  lagunya “Sinar Mesra”,  ciptaan Husin Bawafie<br />
yang kala itu  diiringi oleh Orkes Melayu siar Kemala pimpinan A. Kadir.<br />
Proses rekaman dilakukan di Surabaya oleh suami almarhumah bintang film<br />
Titin Sumarni: Bustari. Namun dari sekian banyak lagunya, “Boneka dari<br />
India” yang dirilis tahun 1962 dinilainya paling berhasil. Konon sejak<br />
lagu itu, nama Ellya Khadam makin bersinar.  Dan sosok jelmaan ”Boneka<br />
dari India” pun melekat padanya.</p>
<p>Suaranya yang merdu dengan intonasi  meliuk-liku menjadi cirri khas<br />
penyanyi  yang menghabiskan masa kecilnya  di Kawi, Jakarta. Majalah Tempo<br />
edisi Juni 1976 pernah menulis, Ellya Khadam merupakan salah satu<br />
peletak dasar menyanyi dangdut wanita, yang  mengkombinasikan unsur-unsur<br />
India. Mengapa lagu Melayu  yang ke-India-India-an? Menurut Ellya, yang<br />
sudah muncul sebagai figuran di lebih dari  20 film Indonesia, tak lain<br />
karena membanjirnya film India saat itu.</p>
<p>Selain kemampuan bernyanyi dan berjoget, Ellya Khadam juga pintar<br />
membuat lirik. Tak heran, sekitar tahun 1970-an, dia mencoba mandiri dengan<br />
membuat grup musik sendiri bernama El Sitara.  Bersama salah seorang<br />
anggotanya,  Rudy Anand  (anggota El Sitara)  Ellya juga membuat grup<br />
musik   Orkes Melayu “Anamika” yang anggotanya antara lain Titin<br />
Satiri,Eva Yusuf, Munief, Bahasoan dan Ahmad Alatas.</p>
<p>Perusahaan rekaman ternama Indonesia saat itu, REMACO Record, pernah<br />
merekam suara khas Ellya Khadam bersama grupnya, El Sitara dalam satu<br />
album  bersama dengan  grup musik SONETA pimpinan Oma Irama. Di album<br />
tersebut  Ellya menyumbangkan delapan lagu Andalan, hasil ciptaan dirinya<br />
sendiri juga bersama dengan dengan Munief, Hanief dan Husin.</p>
<p>Dialbum ini Ellya menyanyikan Le Olang, Sakit Hati, Kucing Kurus,<br />
Senyum dan Rayu, Tiap Senja, Periangan, Jiwa Bersemi, dan Pujian. Sisanya<br />
dinyanyikan Munief dan M Kelana yang juga personel El Sitara.<br />
[kano/lysthano/iims/foto: istimewa]</p></div>
<div style="height:8px;"><!-- --></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaduls.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaduls.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaduls.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaduls.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaduls.wordpress.com&amp;blog=3894888&amp;post=6&amp;subd=jaduls&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaduls.wordpress.com/2008/06/04/ellya-khadam-si-boneka-india-yang-berdarah-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38e740ac4bab0367a322fd55910d5e31?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaduls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaduls.files.wordpress.com/2008/12/cover-ellya-edit.jpg?w=188" medium="image">
			<media:title type="html">cover-ellya-edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
