cross posting dari milis http://lapanpuluhan.blogspot.com

Era Eighties (yang super jadul untuk ukuran sekarang) juga ditandai dengan booming film-film Indonesia. Di kampung saya Watampone, di pelosok Sulawesi Selatan, film-film Indonesia idem ditto dengan film aksi dan laga. Satu dari dua bijih bioskop di kampung saya waktu itu rajin memutar film-film aksi dalam negeri. Ah, saudara-saudara, yang saya sebut bioskop ini adalah ruangan dengan jejeran seratusan kursi kayu berkepinding, tanpa pendingin ruangan, hanya beberapa kipas angin merek Sanyo bergelantungan, soundsystem stereo yang sember dan berdenging di nada tinggi, dan yang paling parah, jejeran kursi itu tidak tersusun bertingkat, melainkan lempang sejajar (celakalah mereka yang harus duduk di bangku belakang). Tapi dari bioskop primitif ini ‘lahir’ pahlawan dan pahlawin saya, pasangan top film laga Indonesia era delapanpuluhan. Yap, Anda benar. Tak lain dan tak bukan Eva Arnaz dan Barry Prima.
Evayanthi Arnaz
Eva Arnaz, untuk akrabnya kita panggil Kak Eva, adalah perempuan kelahiran Bukittinggi dengan dada berani, sintal dan berpaha mulus. Mengawali karir sebagi None Jakarta, ia kemudian terseret main film setelah terlibat dalam Dua Kribo bersama dengan Ahmad Albar dan beroleh sensasi saat tampil telanjang dada dalam Intan Perawan Kubu. Sempat membintangi film percintaan romantis, di antaranya Sakura Dalam Pelukan berpasangan dengan Liem Swie King. Ya Liem Swie King pebulutangkis itu, Saudara-saudara. Juga sempat muncul dalam film Lembah Duka (sebagai mama-san), film penguras air mata yang mendapat pujian waktu itu (pemeran utama : Suzanna, Roy Marten dan anak Suzanna : Kiki Maria) dan Asmara di Balik Pintu, dengan Rano Karno (kalau tak salah) dan Marissa Haque.
Selebihnya, Kak Eva berkubang dalam film-film laga dan komedi. Sempat mendapat gelar sebagai bom seks film Indonesia, Eva tak tanggung-tanggung berperan dalam serentetan film-film aksi. Tercatat : Serbuan Halilintar, Membakar Matahari, Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung, Jaka Sembung dan Bergola Ijo, Buah Terlarang, Terjebak Dalam Dosa, Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati dan sebagainya. Dalam sebuah wawancara di majalah Femina waktu itu, Kak Eva tak kepalang tanggung mengaku berguru karate pada suaminya waktu itu (tak lain dan tak bukan : Kak Barry Prima). Di rumahnya di kawasan Pulo Mas, waktu itu dilengkapi dengan sansak, alat pelangsing perut, sandal besi berbobot (untuk melatih kelincahan badan, katanya), barbel dan alat-alat olah raga lainnya. Beberapa filmnya kendati berbau aksi, tapi tak menghadirkan Kak Eva Arnaz sebagai cewek jagoan (misalnya nih : Putri Duyung 85, di mana Kak Eva berperan sebagai Intana, little mermaid Indonesia yang diselamatkan oleh ksatria… siapa lagi kalau bukan Barry Prima). Di kemudian hari Kak Eva Arnaz melanjutkan karir di segmen komedi, membintangi sederet film Warkop (Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong,Lupa Aturan Main dsb) dan beberapa film komedi non warkop. Salah satu film komedi non Warkop-nya, Cintaku Di Rumah Susun garapan Nya Abbas Akub kalau tak salah, menjadi unggulan FFI waktu itu. Belakangan, film ini disinetronkan…. Dan ngomong-ngomong soal Sinetron, Kak Eva juga sempat mencicipi maraknya dunia sinetron….

Barry Prima
Barry Prima? Kak Barry Prima? Siapa sih yang tak kenal bintang kebule-bulean yang kekar berotot bin jago karate ini? Dengan mata tertutup saya bisa menyebutkan lebih dari sepuluh filmnya : Semua seri Jaka Sembung, Golok Setan, ,Membakar Matahari, Serbuan Halilintar, Serigala, Pasukan Berani Mati, Menumpas Teroris, Komando Samber Nyawa, Nyi Ageng Ratu Pemikat, Siluman Serigala Putih, Nyi Blorong, Pendekar Bukit tengkorak, Gadis Berwajah Seribu sampai Tarzan Si Raja Rimba, Saudara-Saudara! Saya ngakak sendiri waktu mengetik semua judul ini…
Di beberapa film semisal ia berpasangan dengan sang istri (waktu itu) Kak Eva Arnaz, kebanyakan sebagai kekasih atau suami istri. Semisal dalam Membakar Matahari, Serbuan Halilintar, Perempuan Bergairah dan Cewek Jagoan Beraksi Kembali.Tapi meski sama-sama berperan di dalamnya, mereka tak hadir sebagai pasangan. Dalam film Jaka Sembung Eva berperan sebagai Murni adik Jaka Sembung (Kak Barry), dan dalam film Pasukan Berani Mati, di mana Kak Barry berperan sebagai republikein keturunan Belanda yang jago lempar belati, sementara Kak Eva adalah kolega sesama pejuang Kak Barry….
Sayangnya, karir Kak Barry jalan di tempat. Beda dengan mantan istri yang merambah ke film komedi dan sinetron, Kak Barry mentok di film laga. Terakhir (saat mulai uzur) ia masih membintangi film kelas C seperti Preman, Macho dan Jaringan Tabu, seolah mencoba mengais sisa-sisa kejayaan sebagai bintang macho dan ganteng….

Kembali ke kampung saya, semua film-film Kak Eva Arnaz dan Kak Barry Prima mesti laku keras di bioskop. Video (VHS dan Betamax)nya juga laris dirental. Kak Barry dan Kak Eva bagi saya dan sebagian kawan-kawan saya adalah figur pahlawan dan pahlawin Indonesia. Sampai-sampai, waktu kalau melihat cowok atau cewek jago karate komentar kami pasti : Busyet, kayak Barry Prima atau hebat, kayak Eva Arnaz….. Pada anak lelaki yang (sok) jagoan dan (katanya) bisa karate, saya kerap bertanya : bisakah kau melakukan tendangan putar seperti Barry Prima?
Yang parah adalah, gaya-gaya tertentu dalam film-film mereka menjadi trade mark dan diproklamirkan tanpa malu-malu oleh para penggemar, termasuk saya. Gaya paling terkenal dari Barry Prima adalah gaya menggigit golok dalam Jaka Sembung. Kak Eva Arnaz punya banyak! selain tendangan ala Kak Eva (saat shooting Gadis Bionik konon Jackjon semaput beneran terhajar tendangan ini), Kak Eva juga punya jurus andalan. Di poster film Perempuan Bergairah dan Warok Singo Kobra, jurus kak Eva mantap benar. Untuk Jelasnya lihat gambar di bawah…

Ingin menyaksikan kehebatan tendangan dan pukulan ala Kak Eva? Saksikan dalam Trailer Perempuan Bergairah! Sila klik di sini….
Tak Sendiri
Kak Barry Prima dan Kak Eva Arnaz tak sendiri. Sederet bintang laga lain turut meramaikan perfilman Indonesia waktu itu. Di bagian cowok ada : Kak George Rudy, Kak Advent Bangun, Kak Boy Tirayoh, Kak Tanaka, Kak Erick Soemadinata dan lain-lain. kendati mereka tak sehebat Kak Barry Prima. Malah banyak yang pernah menjadi tokoh antagonis lawan Kak Barry. Di barisan cewek setelah Eva Arnaz ada : Kak Sri Gudhy Sintara, Kak Enny Beatrice, Kak Debby Cynthia Dewi, Kak Sisca Widowati, Kak Wieke Widowati, Kak Yeny Faridha, Kak Dana Christina, Kak Tuty Wasiat, Kak Zurmainy, Kak Yurike dan sebagainya. Nama-nama aktor dan aktris spesial laga ini kian bertambah saat drama radio dan film Indonesia mulai merambah perfilman Indonesia (Mantili dan Brama, anyone?)
Tapi di era 80-an, bagi saya, Kak Eva dan Kak Barry adalah ratu dan raja film laga Indonesia. Sedemikian kondang nama mereka, hingga gosip tentang rumah tangga mereka pun laku di majalah (Ingat Ria Film?) dan koran, berhubung saat itu infotainment belum hadir meracuni hidup. Konon, pernah rumah tangga Kak Eva dan Kak Barry gonjang-ganjing lantaran Kak Barry selingkuh dengan Kak Suzanna (lawan main Kak Barry dalam Nyi Blorong dan Nyi Ageng Ratu Pemikat). Konon pula Kak Eva balas main mata dengan Kak Clift Sangra yang notabene adalah kekasih Kak Suzanna (kak Eva berpasangan dengan Kak Clift Sangra di film Buah Terlarang). Meski akhirnya rumah tangga mereka bubar (lantaran Kak Eva nggak bisa ngasih anak), bagi saya Kak Eva dan Kak Barry adalah pasangan serasi. Sama-sama jago berkelahi, sama-sama nggak bisa akting, sama-sama simbol dunia film martial art era delapanpuluhan …
Some trivias about Kak Eva:
1. Di Manusia Enam Juta Dollar, nama peran Kak Eva adalah Jelita Merdusekali a.k.a Jelita Merdubanget, di sekuelnya, Gadis Bionik, nama peran Kak Eva berubah menjadi Jelita Kuatsekali a.k.a Jelita Kuatbanget
2. Kak Lydia Kandouw adalah sahabat dekat dari Kak Eva. Keduanya bertemu di film Lima Cewek Jagoan di mana Lydia (Kak Lydia) berperan sebagai cewek jago panah dan Yanti (Kak Eva) sebagai cewek jago lontar belati
3. Kak Eva dan Kak Barry bertemu pertama kali di Cewek Jagoan Beraksi Kembali. Salah satunya mengucapkan kalimat : Di sini kita pertama kali bertemu….
4. Kak Eva, Kak Yenny Faridha, Kak Enny Beatrice pernah bersaing untuk mendapatkan predikat bom seks perfilman Indonesia.
5. Kak Eva disebut-sebut pernah menjadi artis terlaris di era eighties. Konon juga termahal….
6. Kak Eva menikah empat kali. Pertama dengan anak Kiky Saelan (tokoh sepakbola tanah air), kedua dengan Kak barry, ketiga dengan Kak Adi Bing Slamet, ke empat dengan (konon) suami orang, Dedi Hamdun, yang akhirnya hilang diculik dan sampai sekarang belum ditemukan. Jika Kak Eva punya suami lagi sekarang, berarti Kak Eva bersuami untuk kelima kalinya… boleh jadi lebih…
7. Kak Eva juara 2 dalam pemilihan Abnon Jakarta tahun 76.
*catatan : seluruh film-film yang saya sebut di atas telah saya tonton dengan penuh suka cita…
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

gue juga penggemar eva arnaz..
kmren ada beli dvd bajakan film2 indo jadul eva arnaz…
lumayan hot…keteknya msh tebel..hehe
salam kenal…
aulia