Siapa yang tidak kenal, biduan wanita era 50-an –yang selain pandai menyanyi—juga hebat dalam joget ala India? Sudah pasti, Ellya Khadam lah orangnya. Bakat dan kemampuannya dalam bernyanyi membawa penyanyi berdarah Betawi singgah kedalam beberapa grup musik di eranya, diantaranya “Cahaya Muda” pimpinan Sarbini.Diawal karirnya Ellya Khadam juga pernah bernyanyi bersama Titiek
Puspa dan Aminah Banowati dalam sebuah pertunjukan di stadion Ikada (kini
lapangan Monas), juga di Gedung Kesenian (kini bioskop City). Juga
dengan Munif, Muchsin (suami Titiek Sandhora) dan Mansyur S (pemilik OM Rhadesa).
Suara Ellya Khadam untuk pertama kali direkam (lewat Piringan Hitam)
pada tahun 1957 lewat lagunya “Sinar Mesra”, ciptaan Husin Bawafie
yang kala itu diiringi oleh Orkes Melayu siar Kemala pimpinan A. Kadir.
Proses rekaman dilakukan di Surabaya oleh suami almarhumah bintang film
Titin Sumarni: Bustari. Namun dari sekian banyak lagunya, “Boneka dari
India” yang dirilis tahun 1962 dinilainya paling berhasil. Konon sejak
lagu itu, nama Ellya Khadam makin bersinar. Dan sosok jelmaan ”Boneka
dari India” pun melekat padanya.
Suaranya yang merdu dengan intonasi meliuk-liku menjadi cirri khas
penyanyi yang menghabiskan masa kecilnya di Kawi, Jakarta. Majalah Tempo
edisi Juni 1976 pernah menulis, Ellya Khadam merupakan salah satu
peletak dasar menyanyi dangdut wanita, yang mengkombinasikan unsur-unsur
India. Mengapa lagu Melayu yang ke-India-India-an? Menurut Ellya, yang
sudah muncul sebagai figuran di lebih dari 20 film Indonesia, tak lain
karena membanjirnya film India saat itu.
Selain kemampuan bernyanyi dan berjoget, Ellya Khadam juga pintar
membuat lirik. Tak heran, sekitar tahun 1970-an, dia mencoba mandiri dengan
membuat grup musik sendiri bernama El Sitara. Bersama salah seorang
anggotanya, Rudy Anand (anggota El Sitara) Ellya juga membuat grup
musik Orkes Melayu “Anamika” yang anggotanya antara lain Titin
Satiri,Eva Yusuf, Munief, Bahasoan dan Ahmad Alatas.
Perusahaan rekaman ternama Indonesia saat itu, REMACO Record, pernah
merekam suara khas Ellya Khadam bersama grupnya, El Sitara dalam satu
album bersama dengan grup musik SONETA pimpinan Oma Irama. Di album
tersebut Ellya menyumbangkan delapan lagu Andalan, hasil ciptaan dirinya
sendiri juga bersama dengan dengan Munief, Hanief dan Husin.
Dialbum ini Ellya menyanyikan Le Olang, Sakit Hati, Kucing Kurus,
Senyum dan Rayu, Tiap Senja, Periangan, Jiwa Bersemi, dan Pujian. Sisanya
dinyanyikan Munief dan M Kelana yang juga personel El Sitara.
[kano/lysthano/iims/foto: istimewa]
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
