Ode dan Ode: Album “Bandel”-nya Harry Roesli

Ode dan Ode

Jumat, 24 Oktober 2008

Dalam sebuah iklan, Musisi bernama asli Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli atau yang lebih dikenal dengan Harry Roesli dijadikan icon “Pelopor Musik Indie” Hal itu sah-sah saja, pasalnya karya putra pujangga terkenal Marah Roesli ini memiliki banyak karya yang kala itu diluar mainstream musik Indonesia. Musiknya yang ngepop, kadang-kadang progresif, menjadi mahakarya yang wajib dikenal dan dilestarikan. Tidak hanya itu, syairnya yang “nakal” dan penuh dengan kritik tidak ayal membuat banyak pihak menjadi merah kupingnya.
Read More…

Candra Darusman, Berani Bermain Di luar Jalur Jazz Mainstream

Indahnya SepiMinggu, 30 November 2008

Permainan keyboard-nya yang handal mulai dikenal ketika Candra Darusman  bermain satu grup dengan kelompok musik Chaseiro. Tahun 1982 Candra Darusman mencoba bersolo karir dengan meluncurkan beberapa album, diantaranya adalah “Indahnya Sepi”. Kemampuan musikal alumni FE UI ini memang sudah teruji. Semasa mahasiswa Candra Darusma giat bermain musik dengan teman-temannya, dan pernah aktif juga mengagas acara Jazz Goes To Campus di UI yang menjadi pelopor masuknya musiknya Jazz ke ranah akademika yang kala itu bisa dibilang sepi peminat.
Read More…

Eighties in Action : Dari Gigitan Barry Sampai Tendangan Eva

cross posting dari milis http://lapanpuluhan.blogspot.com

Era Eighties (yang super jadul untuk ukuran sekarang) juga ditandai dengan booming film-film Indonesia. Di kampung saya Watampone, di pelosok Sulawesi Selatan, film-film Indonesia idem ditto dengan film aksi dan laga. Satu dari dua bijih bioskop di kampung saya waktu itu rajin memutar film-film aksi dalam negeri. Ah, saudara-saudara, yang saya sebut bioskop ini adalah ruangan dengan jejeran seratusan kursi kayu berkepinding, tanpa pendingin ruangan, hanya beberapa kipas angin merek Sanyo bergelantungan, soundsystem stereo yang sember dan berdenging di nada tinggi, dan yang paling parah, jejeran kursi itu tidak tersusun bertingkat, melainkan lempang sejajar (celakalah mereka yang harus duduk di bangku belakang). Tapi dari bioskop primitif ini ‘lahir’ pahlawan dan pahlawin saya, pasangan top film laga Read More…

Ellya Khadam: Si Boneka India yang Berdarah Betawi

cover-ellya-editSiapa yang tidak kenal, biduan wanita era 50-an –yang selain pandai menyanyi—juga hebat dalam joget ala India? Sudah pasti, Ellya Khadam lah orangnya. Bakat dan kemampuannya dalam bernyanyi membawa penyanyi berdarah Betawi singgah kedalam beberapa grup musik di eranya, diantaranya “Cahaya Muda” pimpinan Sarbini.
Read More…